INGINKAH KAU DIMULIAKAN?
Fatimah r.ha berkata kepada Rasulullah SAW : “Wahai Rasulullah,jika seseorang itu dapat menjaga auratnya adalah manis dari pada madu,tetapi untuk mengamalkannya adalah lebih halus daripada sehelai rambut karena untuk menjaga sehelai rambut sangat sulit.”
Fatimah r.ha berkata kepada Rasulullah SAW : “Wahai Rasulullah,jika seseorang itu dapat menjaga auratnya adalah manis dari pada madu,tetapi untuk mengamalkannya adalah lebih halus daripada sehelai rambut karena untuk menjaga sehelai rambut sangat sulit.”Keutamaan berhijab bagi seorang perempuan sudah Allah SWT dan Rasulullah SAW sebutkan,apa hikmah dibalik memakai kain yang menutupi keindahan tubuh seorang wanita? Yang sebagian berfikir kain tersebut akan membuat panas,gerah,repot dan ribet rasanya,tetapi kenapa perempuan-perempuan yang memakai jilbab tidak segera melepasnya jika memang begitu buruknya atau tidak ada hikmah dari memakai jilbab?
Saat pertama kali ayat tentang berhijab turun dari Allah SWT :
“dan katakanlah kepada perempuan yang beriman,…dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya,dan janganlah menampakkan auratnya…” (An-Nur 31), Para muslimah mengambil apa saja yang ada disekitar mereka,selendang,tirai,bahkan karung,untuk menutup auratnya.Karena yang memerintahkan bukan sekedar penasihat,bukan pula teman atau orang tua kita,tapi Allah SWT, Sang Maha Pencipta, Yang menciptakan kita,mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Allah SWT pun berfirman :
“Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal,dan agar mereka tidak diganggu”. (Q.S. Al-Ahzab :59)
“Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal,dan agar mereka tidak diganggu”. (Q.S. Al-Ahzab :59)
Pernah atau sering kita lihat wanita yang masih berpakaian minim,tanpa sadar,saat mereka melakukan gerakan-gerakan yang dapat menyingkap auratnya,maka secara otomatis tangan atau kesadarannya mencegahnya untuk terlihat,kenapa? karena tanpa sadar mereka malu,karena hati kecilnya mengingkari meyingkapnya aurat,karena memang fitrah dan kodrat wanita adalah menutup auratnya.Maka hijab tidak lain adalah wujud malu seorang wanita muslimah,dan hal itu setara dengan iman seseorang,dengan akhlak seseorang,seperti Rasulullah sabdakan :
‘”Malu itu adalah sebagian dari iman dan iman itu disurga”
“Malu dan iman itu bergandengan bersama,bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat”
“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak islam itu adalah rasa malu”
Betapa indahnya Allah ciptakan rasa malu pada hamba-Nya,bayangkan apa jadinya jika tidak ada rasa malu pada diri kita?
Apabila direnungi,hikmah hijab tidaklah hanya untuk diri sendiri,tetapi juga untuk orang-orang di sekitarnya,orang -orang yang menyayangi dan mengkhawatirkannya.Betapa kita sebagai anak akan memberikan rasa tenang pada hati kedua ibu bapak kita jika anak perempuannya telah melindungi dirinya dengan pakaian yang menyejukkan hati,sehingga ia tidak mudah diganggu orang-orang fasik saat akan meninggalkan rumah.Begitu juga dengan suaminya.hatinya akan lebih tentram jika istrinya hanya untuk dirinya,bahwa istrinya terjaga dari pandangan pria-pria lain yang bukan muhrimnya.karena itu,dapat dikatakan hijab selaras dengan pelindung dan perasaan cemburu yang merupakan fitrah orang tua maupun suami,seorang lelaki sempurna yang tidak senang dengan pandangan-pandangan khianat yang tertuju kepada istri dan anak wanitanya.
Saudariku,menutup dan mengulurkan berbeda dengan membungkus,mengulurkan tidak hanya menutup lembaran kulit.Alangkah sia-sianya jika yang kita lakukan hanya sekedar membungkus,sedangkan perintah Allah tidak mungkin sia-sia.Dengan membungkus,kulit memang tidak terlihat tapi tiap-tiap lekuk tubuh dan rambut masih tergambar jelas,dibalik kain yang transparan atau kain yang ketat.Hikmah berjilbab adalah mengangkat derajat seorang muslimah,bukan hanya sekedar kulitnya tidak terlihat.Derajatnya diangkat dengan menjauhkannya dari syahwat yang bukan muhrimnya,sehingga ia dinilai berdasarkan kecerdasan pribadinya,kebaikan akhlaknya,tidak hanya sekedar tampilan luar atau bahkan lekuk tubuhnya yang dapat hilang dengan sekejap jika Allah berkehendak.Percayalah,Allah Yang Paling Tahu diri kita,apa yang baik dan apa yang kita butuhkan,bahkan lebih dari kita sendiri.Betapa Allah menyayangimu,dan betapa islam memuliakanmu wahai saudariku.
Sekarang pertanyaannya, sayangkah kau pada dirimu? Inginkah kau dimuliakan?
sumber : cemangcemong.wordpress.com









0 komentar:
Posting Komentar